Jumat, 10 Oktober 2014

TUGAS 1 ETIKA PROFESI AKUNTANSI

Nama        : Novi Budi Kusumaningrum
Npm           : 25211221
Kelas         :4EB07

I.        PENGERTIAN DAN TEORI ETIKA

Pengertian Etika
Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian, penataan ruang, dan sebagainya sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk bekerja.
Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan berbuat baik dia akan dapat diterima oleh lingkungannya. Penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sesungguhnya bertujuan untuk menciptakan kebaikan bagi masyarakat.

A.Prinsip-Prinsip Etika

Dalam peradaban sejarah manusia sejak abad keempat sebelum Masehi para pemikir telah mencoba menjabarkan berbagai corak landasan etika sebagai pedoman hidup bermasyarakat. Para pemikir itu telah mengidentifikasi sedikitnya terdapat ratusan macam ide agung (great ideas). Seluruh gagasan atau ide agung tersebut dapat diringkas menjadi enam prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran.
B. BASIS TEORI ETIKA
a.  Etika Teleologi
    dari kata Yunani,  telos = tujuan, 
 Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.

            Dua aliran etika teleologi :
 - Egoisme Etis
 - Utilitarianisme

C. Definisi Dilema Etika
Dilema etika merupakan situasi yang dihadapi oleh seseorang dimana ia harus membuat keputusan mengenai perilaku yang patut. Contoh sederhananya adalah jika seseorang menemukan cincin berlian, ia harus memutuskan untuk mencari pemilik cincin atau mengambil cincin tersebut.
Para auditor, akuntan, dan pebisnis lainnya, menghadapi banyak dilema etika dalam karier bisnis mereka. Terlibat dengan klien yang mengancam akan mencari auditor baru jika tidak diberikan opini unqualified akan menimbulkan dilema etika jika opini unqualified tersebut ternyata tidak tepat untuk diberikan.






D. Egoisme

Egoism / Egoisme merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat. Istilah lainnya adalah "egois". Lawan dari egoisme adalah altruisme.
Hal ini berkaitan erat dengan narsisme, atau "mencintai diri sendiri," dan kecenderungan mungkin untuk berbicara atau menulis tentang diri sendiri dengan rasa sombong dan panjang lebar. Egoisme dapat hidup berdampingan dengan kepentingannya sendiri, bahkan pada saat penolakan orang lain.Sombong adalah sifat yang menggambarkan karakter seseorang yang bertindak untuk memperoleh nilai dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang ia memberikan kepada orang lain. Egoisme sering dilakukan dengan memanfaatkan altruisme, irasionalitas dan kebodohan orang lain, serta memanfaatkan kekuatan diri sendiri dan / atau kecerdikan untuk menipu.
Egoisme berbeda dari altruisme, atau bertindak untuk mendapatkan nilai kurang dari yang diberikan, dan egoisme, keyakinan bahwa nilai-nilai lebih didapatkan dari yang boleh diberikan. Berbagai bentuk "egoisme empiris" bisa sama dengan egoisme, selama nilai manfaat individu.

E.Utilitarianisme

Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”.   Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja  satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.   Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.  Utilitarianisme , teori ini cocok sekali dengan pemikiran ekonomis, karena cukup dekat dengan Cost-Benefit Analysis. Manfaat yang dimaksudkan utilitarianisme bisa dihitung sama seperti kita menghitung untung dan rugi atau kredit dan debet dalam konteks bisnis

Utilitarianisme, dibedakan menjadi dua macam :

1.    Utilitarianisme Perbuatan (Act Utilitarianism)

2.    Utilitarianisme Aturan (Rule Utilitarianism)

Prinsip dasar utilitarianisme (manfaat terbesar  bagi jumlah orang terbesar) diterpakan pada perbuatan.  Utilitarianisme aturan membatasi diri pada justifikasi aturan-aturan moral.
Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. ‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang’. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.

(1)   Supaya tindakan punya nilai moral, tindakan ini harus dijalankan berdasarkan kewajiban.
(2)    Nilai moral dari tindakan ini tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu  
        melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan
        tindakan itu, berarti kalaupun tujuan tidak tercapai, tindakan itu sudah dinilai baik.
(3)   Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip ini, kewajiban adalah hal yang niscaya dari
        Bagi Kant, Hukum Moral ini dianggapnya sbg perintah tak bersyarat (imperatif kategoris),
        yg berarti hukum moral ini berlaku bagi semua orang pada segala situasi dan 
        tempat.  Perintah Tak Bersyarat adalah perintah yg dilaksanakan begitu saja tanpa syarat
        apapun, yaitu tanpa mengharapkan akibatnya, atau tanpa mempedulikan  apakah akibatnya
        tercapai dan berguna bagi orang tsb atau tidak.


Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku.   Teori Hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban.   Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
Teori ini memandang  sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Sedangkan Keutamaan bisa didefinisikan  sebagai berikut :
1.      disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah  laku baik secara moral.
2.      Keadilan
3.      Suka bekerja keras
4.      Hidup yang baik

Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan. Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi, secara etimologis (asal usul kata), etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens, 2000).


F. DEONTOLOGI
Ada tiga prinsip yg harus dipenuhi :
Tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal.
c. Teori Hak
d. Teori Keutamaan (Virtue)


G. VIRTUE ETICS
Memandang  sikap atau akhlak seseorang.Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya.Keutamaan bisa didefinisikan  sebagai berikut : disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah laku baik secara moral.
Contoh keutamaan :
a.     Kebijaksanaan
b.    Keadilan
c.     Suka bekerja keras
d.    Hidup yang baik

II.     PERILAKU ETIKA DALAM PROFESI AKUNTANSI

 Akuntansi sebagai Profesi dan Peran Akuntan

Akuntan merupakan sebuah profesi yang bisa disamakan dengan bidang pekerjaan lain, misalnya hukum atau teknik. Akuntan adalah orang yang memiliki keahlian dalam bidang akuntansi. Di Indonesia, akuntan tergabung dalam satu wadah bernama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Profesi akuntan dapat dibedakan sebagai berikut:

   a. Akuntan Intern
Yaitu orang yang bekerja pada suatu perusahaan dan bertanggung jawab terhadap laporan keuangan. Akuntan intern bertugas menyusun sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan, menyusun anggaran, menangani masalah perpajakan, serta memeriksa laporan keuangan.

   b. Akuntan Publik
 Yaitu orang yang bekerja secara independen dengan memberikan jasa akuntansi bagi perusahaan  atau organisasi nonbisnis. Jasa yang ditawarkan berupa pemeriksaan laporan keuangan sehingga  sesuai dengan standar akuntansi keuangan. Jasa lainnya berupa konsultasi perpajakan dan penyusunan laporan keuangan. 

   c.  Akuntan Pemerintah
 Merupakan orang yang bekerja pada lembaga pemerintahan. Akuntan ini bertugas memeriksa  keuangan dan mengadakan perencanaan sistem akuntansi. Misalnya Badan Pengawas Keuangan (BPK), dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

   d. Akuntan Pendidik
Merupakan orang yang bertugas mengembangkan dan mengajarkan akuntansi. Misalnya dosen dan guru mata pelajaran akuntansi.

Etika profesi akuntan

Etika merupakan persoalan penting dalam profesi akuntan. Etika tidak bisa dilepaskan dari peran akuntan dalam memberikan informasi bagi pengambilan keputusan. Pada prinsip etika profesi dalam kode etik Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menyatakan tentang pengakuan profesi akan tanggung jawabnya kepada publik, pemakai jasa akuntan, dan rekan. Prinsip etika profesi akuntan dapat dijelaskan sebagai berikut:
 
·                     Memiliki pertimbangan moral dan profesional dalam tugasnya sebagai bentuk tanggung jawab profesi. 
·                     Memberikan pelayanan dan menghormati kepercayaan publik. 
·                     Memiliki integritas tinggi dalam memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik. 
·                     Menjunjung sikap obyektif dan bebas dari kepentingan pihak tertentu. 
·                     Melaksanakan tugas dengan kehati-hatian sesuai kompetensi dalam memberikan jasa kepada klien. 
·                     Menjaga kerahasiaan informasi dan tidak mengungkapkan informasi tanpa persetujuan. 
·                     Menjaga reputasi dan menjauhi tindakan yang mendiskreditkan profesinya.


Ekspektasi Publik

Masyarakat umumnya mempersepsikan akuntan sebagai orang yang profesional dibidang akuntansi. Ini berarti bahwa mereka mempunyai sesuatu kepandaian yang lebih dibidang ini dibandingkan dengan orang awam.

Selain itu masyarakat pun berharap bahwa para akuntan mematuhi standar dan tata nilai yang berlaku dilingkungan profesi akuntan, sehingga masyarakat dapat mengandalkan kepercayaannya terhadap pekerjaan yang diberikan. Dengan demikian unsur kepercayaan memegang peranan yang sangat penting dalam hubungan antara akuntan dan pihak-pihak yang berkepentingan.

Nilai-nilai Etika vs Teknik Akuntansi/Auditing

Sebagain besar akuntan dan kebanyakan bukan akuntan memegang pendapat bahwa penguasaan akuntansi dan atau teknik audit merupakan sejata utama proses akuntansi. Tetapi beberapa skandal keuangan disebabkan oleh kesalahan dalam penilaian tentang kegunaan teknik atau yang layak atau penyimpangan yang terkait dengan hal itu. Beberapa kesalahan dalam penilaian berasal dari salah mengartikan permasalahan dikarenakan kerumitannya, sementara yang lain dikarenakan oleh kurangnnya perhatian terhadap nilai etik kejujuran, integritas, objektivitas, perhatian, rahasia dan komitmen terhadap mendahulukan kepentingan orang lain dari pada kepentingan diri sendiri.
·                      Integritas: setiap tindakan dan kata-kata pelaku profesi menunjukan sikap transparansi, kejujuran dan konsisten. 
·                     Kerjasama: mempunyai kemampuan untuk bekerja sendiri maupun dalam tim.
·                     Inovasi: pelaku profesi mampu memberi nilai tambah pada pelanggan dan proses kerja dengan metode baru.
·                     Simplisitas: pelaku profesi mampu memberikan solusi pada setiap masalah yang timbul, dan masalah yang kompleks menjadi lebih sederhana.

Teknik akuntansi (akuntansi technique) adalah aturan aturan khusus yang diturunkan dari prinsip prinsip akuntan yang menerangkan transaksi transaksi dan kejadian kejadian tertentu yang dihadapi oleh entitas akuntansi tersebut.

Perilaku Etika dalam Pemberian Jasa Akuntan publik

Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik akan menjadi lebih tinggi, jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik merupakan etika profesional bagi akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik Indonesia. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik bersumber dari Prinsip Etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Dalam konggresnya tahun 1973, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk pertama kalinya menetapkan kode etik bagi profesi akuntan.Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian:
1.      Prinsip Etika.
2.      Aturan Etika.
3.      Interpretasi Aturan Etika.

Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota, sedangkan Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan.


III. KODE ETIK PROFESI AKUNTANSI


Etika profesi merupakan karakteristik suatu profesi yang membedakan suatu profesi dengan profesi lain, yang berfungsi untuk mengatur tingkah laku para anggotanya. Tanpa etika, profesi akuntan tidak akan ada karena fungsi akuntan adalah sebagai penyedia informasi untuk proses pembuatan keputusan bisnis oleh para pelaku bisnis.

Kode etik profesi akuntansi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari dalam profesi akuntansi. Kode etik akuntansi dapat menjadi penyeimbang segi-segi negatif dari profesi akuntansi, sehingga kode etik bagai kompas yang menunjukkan arah moral bagi suatu profesi dan sekaligus menjamin mutu moral profesi akuntansi dimata masyarakat.

1. Kode Perilaku Profesional
Perilaku etika merupakan fondasi peradaban modern. Etika mengacu pada suatu sistem atau kode perilaku berdasarkan kewajiban moral yang menunjukkan bagaimana seorang individu harus berperilaku dalam masyarakat. Profesionalisme didefinisikan secara luas mengacu pada perilaku, tujuan dan kualitas yang membentuk karakter atau ciri suatu profesi atau orang-orang profesional. Seluruh profesi menyusun aturan atau kode perilaku yang mendefinisikan perilaku etika bagi anggota profesi tersebut.

2. Prinsip-prinsip Etika : IFAC, AICPA, IAI
Prinsip-prinsip dan dan standar-standar fundamental yang telah dijelaskan di atas terdapat disebagian besar kode. IFAC dalam Kode Etik Akuntan Profesional versi 2001 menyatakan mengapa akuntan professional harus melayani kepentingan publik dikatakan:
Tanda yang membedakan suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik.  Masyarakat profesi akuntansi terdiri dari klien, penyedia kredit, pemerintah, pengusaha, karyawan, investor, masyarakat bisnis dan keuangan, dan lain-lain yang bergantung pada objektivitas dan integritas akuntan professional untuk mempertahankan fungsi teratur perniagaan. Ketergantungan ini membebankan tanggung jawab kepentingan publik pada profesi akuntansi. Kepentingan umum didefinisikan sebagai kesejahteraan kolektif  masyarakat dan institusi yang mendapat pelayanan akuntan professional. Tanggung jawab seorang akuntan professional tidak secara khusus hanya memenuhi kebutuhan individu klien atau atasan. Standar profesi akuntani ini sangat ditentukan oleh kepentingan umum…[1]

IFAC menyatakan secara tersirat bahwa ada kelompok-kelompok professional lainnya yang akan diberikan kepercayaan untuk melayani masyarakat jika terdapat kelompok akuntan professional terbukti tidak dapat diandalkan dalam melaksanakan tugas ini.

Kode Etik Prinsip-prinsip Dasar Akuntan Profesional  IFAC 2005 – Section 100.4
Seorang akuntan professional diharuskan untuk mematuhi prinsip-prinsip dasar berikut :
·         Integritas – seorang akuntan professional harus tegas dan jujur dalam semua keterlibatannya dalam hubungan profesional dan bisnis.
·         Objektivitas – seorang akuntan professional seharusnya tidak membiarkan bias, konflik kepentingan, atau pengaruh yang berlebihan dari orang lain untuk mengesampingkan penilaian professional atau bisnis.
·         Kompetensi professional dan Kesungguhan – seorang akuntan professional mempunyai tugas yang berkesinambungan untuk senantiasa menjaga penghetahuan dan skil professional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien  atau atasan menerima jasa professional yang kompeten berdasarkan perkembangan terkini dalam praktik, legislasi dan teknis. Seorang akuntan professional harus bertindak tekun dan sesuai dengan standar teknis dan professional yang berlaku dalam memberikan layanan professional.
·         Kerahasiaan – seorang akuntan professional harus menghormati kerahasian informasi yang diperoleh sebagai hasil dari hubungan bisnis professional dan bisnis tidak boleh mengungkapkan informasi tersebut kepada pihak ketiga, tanpa otoritas yang tepat dan spesifik kecuali ada hak hukum atau professional atau kewajiban untuk mengungkapkan. Informasi rahasi yang diperoleh sebagai hasil dari hubungan bisnis professional seharusnya tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi para akuntan professional atau pihak ketiga.
·         Perilaku Profesional – seorang akuntan professional harus patuh pada hukum dan peraturan-peraturan terkait dan seharusnya menghindari tindakan yang bisa mendeskreditkan profesi.

Ikhtisar Kode Etik (Pedoman Perilaku) AICPA
Prinsip-prinsip:
Tanggung Jawab : dalam melaksanakan tanggung jawab mereka sebagai professional, anggota harus menerapkan penilaian professional dan moral yang sensitive dalam segala kegiatannya. (section 52, article I)
Kepentingan Umum : anggota harus menerima kewajiban mereka untuk bertindak dengan cara yang dapat melayani kepentingan publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen terhadap profesionalisme. (section 53, article II)
Integritas.”untuk mempertahankan dan memperluas kepercayaan masyarakat, anggota harus melakukan semua tanggung jawab professional dengan integritas tertinggi. (section 54, article III)
Objectivitas dan Independensi : seorang anggota harus mempertahankan  objectivitas dan bebas dari konflik kepentingan dalam melaksanakan tanggung jawab professional. Seorang anggota dalam praktik publik harus independen dalam penyajian fakta dan tampilan ketika memberikan layanan audit dan jasaatestasi lainnya. (section 55, article IV)
Due Care : seoarng anggota harus mematuhi standar teknis dan etis profesi, berusaha terus menerus untuk menigkatkan kompetensi dan layanan dalam melaksanakan tanggung jawab professional dengan kemampuan terbaik yang dimiliki anggota. (section 56, article V)
Sifat dan Cakupan Layanan : seorang anggota dalam praktik publik harus memerhatikan Prinsip-prinsip dari Kode Etik Profesional dalam menentukan lingkup dan sifat jasa yang akan disediakan. (section 57, article VI).

Prinsip Etika Profesi Menurut IAI
Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik. Untuk mencapai tujuan tersebut terdapat 4 (empat) kebutuan dasar yang harus dipenuhi.
·         Kredibilitas.
Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi.
·         Profesionalisme.
Diperlukan individu yang denga jelas dapat diindentifikasikan oleh pamakai jasa akuntan sebagai profesional dibidang akuntansi.
·         Kualitas Jasa.
Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan stndar kinerja yang tinggi.
·          Kepercayaan.
Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemeberian jasa oleh akuntan.

Prinsip Etika Profesi Akuntan :
·         Tanggung Jawab Profesi
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.
·         Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.
·         Integritas
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.
·         Obyektivitas
Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.
·         Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya tkngan kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh matifaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi dan teknik yang paling mutakhir.
·         Kerahasiaan
Setiap anggota harus, menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.
·         Perilaku Profesional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.
·         Standar Teknis
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar proesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.

3. Aturan dan Interpretasi Etika
Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya. Pernyataan Etika Profesi yang berlaku saat ini dapat dipakai sebagai Interpretasi dan atau Aturan Etika sampai dikeluarkannya aturan dan interpretasi baru untuk menggantikannya.

Kepatuhan terhadap Kode Etik, seperti juga dengan semua standar dalam masyarakat terbuka, tergantung terutama sekali pada pemahaman dan tindakan sukarela anggota. Di samping itu, kepatuhan anggota juga ditentukan oleh adanya pemaksaan oleh sesama anggota dan oleh opini publik, dan pada akhirnya oleh adanya mekanisme pemrosesan pelanggaran Kode Etik oleh organisasi, apabila diperlukan, terhadap anggota yang tidak menaatinya.




Prinsip Etika Profesi Akuntan :
1)      Tanggung Jawab Profesi
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.
2)      Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.
3)      Integritas
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.
4)      Obyektivitas
Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.
5)      Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya tkngan kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh matifaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi dan teknik yang paling mutakhir.
6)      Kerahasiaan
Setiap anggota harus, menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.
7)      Perilaku Profesional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.
8)      Standar Teknis
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar proesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.


Sumber:
1.   IAI, Kode Etik Akuntan Indonesia, Prosiding Kongres VIII IAI, 1998
2.   IAI KAP, Aturan Etika Profesi Akuntan Publik
3. Abdullah, Syukry dan Abdul Halim. 2002. Pengintegrasian Etika dalam Pendidikan dan Rise Akuntansi . Kompak, STIE YO.
4. Badjuri Achmad. Peranan Etika Akuntan Terhadap Pelaksanaan Fraud Audit No 3 vol 9.Desember, 2010.
5. Robiatul Auliyah. Sociological Perspective on Auditing: Postmodernisme Perspective Internal Auditor dan Dilema Etika. No 1 Vol 4. April 2011
6.Silvia Syahraini . Pemetaan Perilaku Mahasiswa Ekonomi Ditinjau dari Perspektif Etika Teleologi. 2010
5.      http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/prinsip-prinsip-etika-2/


Sabtu, 15 Maret 2014

Tugas 1 (TENSES)

Definition Tenses
In grammar, tense means time. The tense of a verb indicates the time of the action or the time of the state of condition .  The time is not always the same as that indicated by the name of the tense. The time tell you when the action happened, either in the past, in the present, or in the future.


  1. Simple present tense     : My uncle go to office
  2. Simple past tense          : My uncle went to the office
  3. Simple future tense       : My uncle will go to the office
  4. Present continues tense : My uncle is going to the office
  5. Past continues tense      : My uncle was going to the office
  6. Future continues tense  : My uncle will be going to the office
  7. Present perfect tense     : My uncle has gone to the office
  8. Past perfect tense          : My uncle had gone to the office
  9. Future perfect tense      : My uncle will have gone to the office

  1. Simple present tense     : Sarah eats some snack
  2. Simple past tense          : Sarah ate some snack
  3. Simple future tense       : Sarah will eat some snack
  4. Present continues tense : Sarah is eating some snack
  5. Past continues tense      : Sarah was eating some snack
  6. Future continues tense  : Sarah will be eating some snack
  7. Present perfect tense     : Sarah has eaten some snack
  8. Past perfect tense          : Sarah had eaten some snack
  9. Future perfect tense      : Sarah will have eaten some snack

  1.   Simple present tense     : I tell him my addres after he asket me twice
  2.   Simple past tense          : I told him my addres after he asket me twice
  3.   Simple future tense       : I tell him my addres after he will asket me twice
  4.   Present continues tense : I telling him my address after he is asket me twice
  5.   Past continues tense      : I telling him my addres after he was asket me twice
  6.   Future continues tense  : I telling him my addres after he will be asket me  twice
  7.  Present perfect tense     : I told him my addres after he has asket me twice
  8.  Past perfect tense          : I told him my addres after he had asket me twice
  9.  Future perfect tense      : I told him my addres after he will have me twice

  1. Simple present tense     : I help you with your problems
  2. Simple past tense          : I help you with your problems
  3. Simple future tense       : I will help you with your problems
  4. Present continues tense : I’m helping  you with your problems
  5. Past continues tense      : I was helping you with your problems
  6. Future continues tense  : I will be helping you with your problems
  7. Present perfect tense     : I have helped you with your problems
  8. Past perfect tense          : I had helped you with your problems
  9. Future perfect tense      : I  will have helped you with your problems

  1. Simple present tense     : He write email to his sister
  2. Simple past tense          : He wrote email to his sister
  3. Simple future tense       : He will write email to his sister
  4. Present continues tense : He is writing email to his sister
  5. Past continues tense      : He was writing email to his sister
  6. Future continues tense  : He will be writing email to his sister
  7. Present perfect tense     : He has written email to his sister
  8. Past perfect tense          : He had written email to his sister
  9. Future perfect tense      : He will have written email to his sister


Rabu, 03 Juli 2013

MODO MARBLE

Modoo Marble adalah permainan board game yang populer dan menyenangkan, kamu bisa membeli dan menjual gedung di kota impianmu. Karena Modoo Marble diciptakan untuk semua umur, kamu bisa memainkan game ini dengan teman atau keluargamu. Modoo Marble bisa dimainkan oleh empat orang sekaligus, sehingga kamu bisa memilih untuk bermain solo atau bekerja sama dengan temanmu melawan team lain. Dengan gameplay dan sistemnya yang menarik, Modoo Marble mengajari pemain cara berbisnis dan mencari keuntungan. Jadi tunggu apalagi, segera ajak teman atau keluargamu untuk menikmati Modoo Marble yang seru dan menyenangkan.
Untuk memenangkan Modoo Marble kamu harus menjadi orang terkaya.

Tip.1 Kuasai petak kawasan dan dirikan bangunan sebanyak mungkin.

Tip.2 Beli petak kawasan secara lengkap agar mendapatkan efek Eksklusif.

Tip.3 Jangan tunda-tunda aksimu karena waktu dan langkah sangat terbatas.

1) Memilih Giliran
Ketika permainan dimulai, kita harus menentukan siapa yang dapat giliran jalan pertama. Giliran ditentukan dengan cara mengambil kartu. Pemain yang mendapatkan kartu No. 1 mendapatkan giliran pertama. Pemain berjalan sesuai dengan arah jarum jam, dan apabila semua pemain sudah mendapatkan giliran maka 'Turn' akan dikurangi satu.

2) Tombol Dadu (ROLL)
Kamu dapat melempar dadu dengan tombol ROLL. Karakter akan bergerak maju sesuai dengan jumlah mata dadu. Kamu bisa menahan tombol ROLL untuk mengisi ROLL Gauge agar mendapatkan angka besar dan sebaliknya bila ROLL Gauge Kosong, kemungkinan besar angka kecil yang keluar. Begitupun tombol Ganjil dan Genap.

3) Membeli Real Estate
Kamu bisa membeli petak kawasan yang belum dimiliki pemain lain. Bila ternyata petak tersebut sudah ada yang punya maka kamu harus membayar sewa. Bila kamu sudah membeli sebuah wilayah, maka kamu bisa membangun gedung di wilayah tersebut. Apabila ada pemain lain yang berhenti di atas wilayahmu, dia harus membayar sewa.

4) Konstruksi
Pemain bisa membangun Rumah, Gedung, Hotel dan Landmark setiap kali berkunjung. Apabila sebuah petak kawasan telah dilengkapi dengan Rumah, Gedung dan Hotel, maka kamu bisa membangun Landmark di petak tersebut. Landmark tidak bisa diambil alih dan kebal terhadap beberapa serangan lawan.

5) Perolehan Sewa
Uang sewa diperoleh ketika ada pemain lain berhenti di petak milikmu. Sewa bisa ditingkatkan melalui pembelian Properti, Festival, Olimpiade dan efek Eksklusif

6) Dobel
Bila pemain mendapatkan dadu ganda maka pemain itu mendapatkan Dobel dan bisa berjalan sekali lagi. Bila seorang pemain mendapatkan Dobel sebanyak 3 kali berturut-turut maka dia akan terkena penalti dan dikirim ke pulau terpencil

7) Monopoli Warna
Bila seorang pemain berhasil memperoleh semua petak wilayah dengan warna yang sama (satu kompleks), maka sewa wilayah tersebut naik 2 kali lipat

8) Ambil Alih
Kamu bisa membeli petak kawasan milik pemain lain dengan cara mengambil alih petak tersebut. Kamu harus membayar dua kali lipat harga normal untuk melakukan Ambil Alih. Kamu tidak bisa mengambil alih Landmark. Lakukan Ambil Alih dengan bijak, karena proses ini cukup mahal.

9) Menang!
Kemenangan terjadi jika pemain berhasil memenuhi aturan khusus. Bila kamu bangkrut maka otomatis kamu akan berhenti bermain. Permainan akan berhenti jika telah mencapai batas waktu atau batas Turn.
Aturan Khusus Penjelasan

MODO MARBLE

Modoo Marble adalah permainan board game yang populer dan menyenangkan, kamu bisa membeli dan menjual gedung di kota impianmu. Karena Modoo Marble diciptakan untuk semua umur, kamu bisa memainkan game ini dengan teman atau keluargamu. Modoo Marble bisa dimainkan oleh empat orang sekaligus, sehingga kamu bisa memilih untuk bermain solo atau bekerja sama dengan temanmu melawan team lain. Dengan gameplay dan sistemnya yang menarik, Modoo Marble mengajari pemain cara berbisnis dan mencari keuntungan. Jadi tunggu apalagi, segera ajak teman atau keluargamu untuk menikmati Modoo Marble yang seru dan menyenangkan.
Untuk memenangkan Modoo Marble kamu harus menjadi orang terkaya.

Tip.1 Kuasai petak kawasan dan dirikan bangunan sebanyak mungkin.

Tip.2 Beli petak kawasan secara lengkap agar mendapatkan efek Eksklusif.

Tip.3 Jangan tunda-tunda aksimu karena waktu dan langkah sangat terbatas.

1) Memilih Giliran
Ketika permainan dimulai, kita harus menentukan siapa yang dapat giliran jalan pertama. Giliran ditentukan dengan cara mengambil kartu. Pemain yang mendapatkan kartu No. 1 mendapatkan giliran pertama. Pemain berjalan sesuai dengan arah jarum jam, dan apabila semua pemain sudah mendapatkan giliran maka 'Turn' akan dikurangi satu.

2) Tombol Dadu (ROLL)
Kamu dapat melempar dadu dengan tombol ROLL. Karakter akan bergerak maju sesuai dengan jumlah mata dadu. Kamu bisa menahan tombol ROLL untuk mengisi ROLL Gauge agar mendapatkan angka besar dan sebaliknya bila ROLL Gauge Kosong, kemungkinan besar angka kecil yang keluar. Begitupun tombol Ganjil dan Genap.

3) Membeli Real Estate
Kamu bisa membeli petak kawasan yang belum dimiliki pemain lain. Bila ternyata petak tersebut sudah ada yang punya maka kamu harus membayar sewa. Bila kamu sudah membeli sebuah wilayah, maka kamu bisa membangun gedung di wilayah tersebut. Apabila ada pemain lain yang berhenti di atas wilayahmu, dia harus membayar sewa.

4) Konstruksi
Pemain bisa membangun Rumah, Gedung, Hotel dan Landmark setiap kali berkunjung. Apabila sebuah petak kawasan telah dilengkapi dengan Rumah, Gedung dan Hotel, maka kamu bisa membangun Landmark di petak tersebut. Landmark tidak bisa diambil alih dan kebal terhadap beberapa serangan lawan.

5) Perolehan Sewa
Uang sewa diperoleh ketika ada pemain lain berhenti di petak milikmu. Sewa bisa ditingkatkan melalui pembelian Properti, Festival, Olimpiade dan efek Eksklusif

6) Dobel
Bila pemain mendapatkan dadu ganda maka pemain itu mendapatkan Dobel dan bisa berjalan sekali lagi. Bila seorang pemain mendapatkan Dobel sebanyak 3 kali berturut-turut maka dia akan terkena penalti dan dikirim ke pulau terpencil

7) Monopoli Warna
Bila seorang pemain berhasil memperoleh semua petak wilayah dengan warna yang sama (satu kompleks), maka sewa wilayah tersebut naik 2 kali lipat

8) Ambil Alih
Kamu bisa membeli petak kawasan milik pemain lain dengan cara mengambil alih petak tersebut. Kamu harus membayar dua kali lipat harga normal untuk melakukan Ambil Alih. Kamu tidak bisa mengambil alih Landmark. Lakukan Ambil Alih dengan bijak, karena proses ini cukup mahal.

9) Menang!
Kemenangan terjadi jika pemain berhasil memenuhi aturan khusus. Bila kamu bangkrut maka otomatis kamu akan berhenti bermain. Permainan akan berhenti jika telah mencapai batas waktu atau batas Turn.
Aturan Khusus Penjelasan

MODO MARBLE

Modoo Marble adalah permainan board game yang populer dan menyenangkan, kamu bisa membeli dan menjual gedung di kota impianmu. Karena Modoo Marble diciptakan untuk semua umur, kamu bisa memainkan game ini dengan teman atau keluargamu. Modoo Marble bisa dimainkan oleh empat orang sekaligus, sehingga kamu bisa memilih untuk bermain solo atau bekerja sama dengan temanmu melawan team lain. Dengan gameplay dan sistemnya yang menarik, Modoo Marble mengajari pemain cara berbisnis dan mencari keuntungan. Jadi tunggu apalagi, segera ajak teman atau keluargamu untuk menikmati Modoo Marble yang seru dan menyenangkan.
Untuk memenangkan Modoo Marble kamu harus menjadi orang terkaya.

Tip.1 Kuasai petak kawasan dan dirikan bangunan sebanyak mungkin.

Tip.2 Beli petak kawasan secara lengkap agar mendapatkan efek Eksklusif.

Tip.3 Jangan tunda-tunda aksimu karena waktu dan langkah sangat terbatas.

1) Memilih Giliran
Ketika permainan dimulai, kita harus menentukan siapa yang dapat giliran jalan pertama. Giliran ditentukan dengan cara mengambil kartu. Pemain yang mendapatkan kartu No. 1 mendapatkan giliran pertama. Pemain berjalan sesuai dengan arah jarum jam, dan apabila semua pemain sudah mendapatkan giliran maka 'Turn' akan dikurangi satu.

2) Tombol Dadu (ROLL)
Kamu dapat melempar dadu dengan tombol ROLL. Karakter akan bergerak maju sesuai dengan jumlah mata dadu. Kamu bisa menahan tombol ROLL untuk mengisi ROLL Gauge agar mendapatkan angka besar dan sebaliknya bila ROLL Gauge Kosong, kemungkinan besar angka kecil yang keluar. Begitupun tombol Ganjil dan Genap.

3) Membeli Real Estate
Kamu bisa membeli petak kawasan yang belum dimiliki pemain lain. Bila ternyata petak tersebut sudah ada yang punya maka kamu harus membayar sewa. Bila kamu sudah membeli sebuah wilayah, maka kamu bisa membangun gedung di wilayah tersebut. Apabila ada pemain lain yang berhenti di atas wilayahmu, dia harus membayar sewa.

4) Konstruksi
Pemain bisa membangun Rumah, Gedung, Hotel dan Landmark setiap kali berkunjung. Apabila sebuah petak kawasan telah dilengkapi dengan Rumah, Gedung dan Hotel, maka kamu bisa membangun Landmark di petak tersebut. Landmark tidak bisa diambil alih dan kebal terhadap beberapa serangan lawan.

5) Perolehan Sewa
Uang sewa diperoleh ketika ada pemain lain berhenti di petak milikmu. Sewa bisa ditingkatkan melalui pembelian Properti, Festival, Olimpiade dan efek Eksklusif

6) Dobel
Bila pemain mendapatkan dadu ganda maka pemain itu mendapatkan Dobel dan bisa berjalan sekali lagi. Bila seorang pemain mendapatkan Dobel sebanyak 3 kali berturut-turut maka dia akan terkena penalti dan dikirim ke pulau terpencil

7) Monopoli Warna
Bila seorang pemain berhasil memperoleh semua petak wilayah dengan warna yang sama (satu kompleks), maka sewa wilayah tersebut naik 2 kali lipat

8) Ambil Alih
Kamu bisa membeli petak kawasan milik pemain lain dengan cara mengambil alih petak tersebut. Kamu harus membayar dua kali lipat harga normal untuk melakukan Ambil Alih. Kamu tidak bisa mengambil alih Landmark. Lakukan Ambil Alih dengan bijak, karena proses ini cukup mahal.

9) Menang!
Kemenangan terjadi jika pemain berhasil memenuhi aturan khusus. Bila kamu bangkrut maka otomatis kamu akan berhenti bermain. Permainan akan berhenti jika telah mencapai batas waktu atau batas Turn.
Aturan Khusus Penjelasan

lumpuhkan ingatanku

Intro: G F#m D A
D
Jangan sembunyi
G
Ku mohon padamu jangan sembunyi
Em
Sembunyi dari apa yang terjadi
A
Tak seharusnya hatimu kau kunci

D A
D G
Bertanya, cobalah bertanya pada semua
Em
Di sini ku coba untuk bertahan
A
Ungkapkan semua yang ku rasakan

E F#m
Kau acuhkan aku, kau diamkan aku
G A
Kau tinggalkan aku

G Em F#m Bm
Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia
G A
Ku ingin ku lupakannya

D
Jangan sembunyi
G
Ku mohon padamu jangan sembunyi
Em
Sembunyi dari apa yang terjadi
A
Tak seharusnya hatimu kau kunci

G Em F#m Bm
Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia
Em A D
Hapuskan memoriku tentang dia
G Em F#m Bm
Hilangkanlah ingatanku jika itu tentang dia
G A
Ku ingin ku lupakannya

Int: G Bm G A

G Em F#m Bm
Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia
Em A D
Hapuskan memoriku tentang dia
G Em F#m Bm
Hilangkanlah ingatanku jika itu tentang dia
G A
Ku ingin ku lupakannya

G Em F#m Bm
Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia
Em A D
Ku ingin ku lupakannya
Bm A
Kau acuhkan aku, kau diamkan aku
Bm
Kau tinggalkan aku